Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Thursday, 12 March 2026

Ancaman Penutupan Selat Hormuz Bisa Dorong Emas ke $6,000

Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, kini menjadi pusat perhatian karena ketegangan geopolitik yang meningkat. Luke Gromen, seorang analis makro terkemuka, memperingatkan bahwa penutupan selat ini dapat memicu krisis besar di pasar obligasi Treasury AS dan mendorong harga emas melonjak hingga $6,000 per ons.

 

Jika Selat Hormuz ditutup, harga minyak bisa melonjak drastis, memaksa Federal Reserve menghadapi dilema sulit antara mengendalikan inflasi atau mendukung ekonomi. Dengan defisit anggaran federal AS yang terus membengkak dan ketergantungan pada pembiayaan utang, lonjakan biaya energi dapat mengganggu permintaan terhadap obligasi Treasury. China dan negara-negara lain mungkin mengurangi kepemilikan obligasi AS di tengah ketidakpastian ini.

 

Dalam skenario tersebut, investor global akan berbondong-bondong mencari aset safe haven. Emas, yang sudah menunjukkan kekuatan sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, diprediksi akan mengalami rally signifikan. Para analis melihat potensi emas mencapai level $6,000 sebagai respons terhadap krisis sistemik di pasar obligasi dan dollar AS.

 

Ketegangan di Timur Tengah, khususnya melibatkan Iran, terus menjadi faktor risiko utama bagi stabilitas pasar keuangan global. Investor disarankan untuk memperhatikan perkembangan geopolitik ini dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio dengan aset-aset safe haven seperti emas fisik.

 

Sumber : KitcoNews