Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Setelah empat hari berturut-turut melemah dengan total penurunan $408, harga emas berbalik naik $140 dalam satu sesi Kamis — dipicu pengumuman Presiden Trump yang membatalkan rencana serangan militer ke Iran.
Harga emas spot turun tajam 4,26% ke sekitar $4.078 per troy ounce pada Rabu malam, tertekan sekaligus oleh data inflasi AS yang membatasi ruang pemangkasan suku bunga The Fed dan eskalasi militer AS-Iran di Selat Hormuz yang justru mendorong harga minyak dan imbal hasil obligasi naik.
Harga emas spot kini sudah turun lebih dari 2% sejak awal 2026 — menembus level negatif tahunan untuk pertama kalinya. Analis Standard Chartered memperingatkan bahwa tekanan jual bisa semakin berat jika ETF emas mulai melepas posisi yang merugi secara massal.
Harga emas spot bertahan relatif flat di kisaran $4.327,50 per troy ounce pada perdagangan Senin sore waktu AS, sementara pasar menyeimbangkan antara permintaan safe-haven akibat ketegangan Timur Tengah dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi setelah data ketenagakerjaan AS akhir pekan lalu.
Emas mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir, anjlok lebih dari 4% sepekan ke $4.327/troy ons (~Rp142.000/gram) setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memukul ekspektasi pemangkasan suku bunga. Survei mingguan Kitco News mengungkap 74% analis Wall Street kini berposisi bearish — pembalikan sentimen yang dramatis.
Harga emas baru saja menembus ke bawah moving average 200 hari — level teknikal krusial yang selama ini jadi acuan arah tren. Meski tekanan jangka pendek masih terasa, para analis meyakini ini hanya koreksi sementara sebelum emas kembali menguat.
Era globalisasi mulai tergantikan oleh persaingan geopolitik yang sengit — dan para pemimpin investasi global sepakat: emas adalah salah satu aset yang paling diuntungkan dari perubahan besar ini.
Ketegangan militer antara AS dan Iran kembali memukul pasar logam mulia — emas turun 1,24% ke $4.432 per troy ounce (sekitar Rp 2,3 juta/gram) pada sesi Selasa malam. Meski risiko geopolitik seharusnya mendorong permintaan safe haven, kombinasi data ekonomi AS yang kuat dan lonjakan yield obligasi justru menekan harga emas.
Harga emas spot nyaris tak bergerak di kisaran $4.488 per troy ons pada penutupan Selasa malam, terjebak antara risiko geopolitik Selat Hormuz yang belum tuntas di satu sisi, dan tekanan dari penguatan dolar AS serta kenaikan harga minyak mentah di sisi lain.