Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Wednesday, 25 March 2026

Bank Sentral Tekan Harga Emas dengan Kebijakan Anti-Inflasi

Bart Melek, analis senior dari TD Securities, menyatakan bahwa reaksi bank sentral global terhadap inflasi yang meningkat menjadi faktor utama yang membebani harga emas saat ini. Bank sentral di berbagai negara menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk mengendalikan laju inflasi, yang berdampak pada daya tarik emas sebagai aset investasi.

 

Kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan oleh Federal Reserve dan bank sentral lainnya telah memperkuat nilai dolar AS. Dolar yang menguat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga mengurangi permintaan global terhadap logam mulia ini. Selain itu, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

 

Meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak biasanya mendukung harga emas sebagai safe haven, dampak dari kebijakan moneter ketat saat ini lebih dominan. Melek menekankan bahwa investor perlu memperhatikan sinyal dari bank sentral, terutama Federal Reserve, untuk memahami arah pergerakan harga emas ke depan.

 

Para analis masih memantau bagaimana keseimbangan antara tekanan inflasi, kebijakan moneter, dan faktor geopolitik akan membentuk tren harga emas dalam jangka menengah. Kondisi pasar yang dinamis ini menuntut investor untuk lebih cermat dalam strategi investasi emas mereka.

 

Sumber : KitcoNews