Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita & Artikel

Berita & Artikel

Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.


Emas Bisa Tembus $10.000 Sebelum 2030, Tapi Potensi Naik Perak Mulai Menyempit Berita
Thursday, 28 May 2026

Emas Bisa Tembus $10.000 Sebelum 2030, Tapi Potensi Naik Perak Mulai Menyempit

Manajer investasi dari Rockefeller Global, Doug Moglia, memproyeksikan harga emas akan melampaui $5.500 per troy ounce pada 2027 dan berpotensi menyentuh $10.000 sebelum 2030 — sementara perak, meski masih menarik, dinilai lebih bersifat taktis daripada struktural setelah reli besar di 2025.

Cadangan Emas Rusia Anjlok ke Level Terendah dalam 24 Tahun Berita
Tuesday, 26 May 2026

Cadangan Emas Rusia Anjlok ke Level Terendah dalam 24 Tahun

Bank Sentral Rusia menjual cadangan emasnya selama empat bulan berturut-turut, dengan penurunan 5,7 ton di bulan April — penurunan bulanan terbesar dalam 25 tahun. Di balik aksi jual besar-besaran ini: defisit anggaran yang membengkak akibat biaya perang Ukraina dan tekanan sanksi internasional.

Harga Emas Melemah Tertekan Risiko Inflasi dan Ketegangan Selat Hormuz Berita
Monday, 25 May 2026

Harga Emas Melemah Tertekan Risiko Inflasi dan Ketegangan Selat Hormuz

Emas kembali tertekan di akhir pekan lalu — harganya turun ke sekitar $4.506 per troy ons (sekitar $144,88 per gram) seiring sinyal hawkish dari The Fed dan perundingan nuklir AS-Iran yang belum menemukan titik terang.

Emas Bertahan di $4.500 di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga dan Sentimen Bearish Wall Street Berita
Sunday, 24 May 2026

Emas Bertahan di $4.500 di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga dan Sentimen Bearish Wall Street

Minggu lalu, harga emas mengalami pergerakan volatile—sempat mendekati $4.589/oz sebelum terkoreksi di bawah $4.500, dipicu oleh penguatan dolar AS dan kekhawatiran bahwa The Fed masih akan mempertahankan sikap hawkish lebih lama dari ekspektasi pasar. Wall Street mayoritas bearish, tapi investor ritel tetap optimis.

Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak: Emas dan Perak di Persimpangan Jalan Berita
Saturday, 23 May 2026

Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak: Emas dan Perak di Persimpangan Jalan

Di balik kenaikan imbal hasil obligasi AS yang menembus level tertinggi bertahun-tahun, emas dan perak menghadapi tekanan jangka pendek yang nyata — namun para analis justru melihat peluang strategis jangka panjang yang semakin menarik.

Emas Bertahan di $4.542, Perak Menguat Saat Premi Risiko Hormuz Mereda Berita
Friday, 22 May 2026

Emas Bertahan di $4.542, Perak Menguat Saat Premi Risiko Hormuz Mereda

Harga emas spot relatif stabil di sekitar $4.542 per troy ounce setelah sesi perdagangan Kamis (21/5), sementara perak justru menguat 1% — didorong penurunan harga minyak dan pelonggaran yield obligasi AS di tengah sinyal meredanya ketegangan di Selat Hormuz.

Reli Emas Akan Berlanjut Setelah Konflik Iran, Target $5.400/oz di 2027 Berita
Thursday, 21 May 2026

Reli Emas Akan Berlanjut Setelah Konflik Iran, Target $5.400/oz di 2027

Harga emas memang sedang tertekan, tapi Lombard Odier tetap optimis: selama bank sentral tidak menaikkan suku bunga dan aliran dana pasif tidak kolaps, emas bisa kembali ke $5.400/troy ounce dalam 12 bulan ke depan.

Emas Tergelincir di Bawah $4.500 Terseret Imbal Hasil Obligasi dan Kebuntuan Iran Berita
Wednesday, 20 May 2026

Emas Tergelincir di Bawah $4.500 Terseret Imbal Hasil Obligasi dan Kebuntuan Iran

Harga emas spot turun 1,84% ke level $4.481 per troy ounce (sekitar $144 per gram) pada Selasa malam waktu AS, terseret kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan penguatan dolar — meski ketegangan geopolitik di Selat Hormuz masih memanas.

Harga Emas Menguat Tipis, Tekanan Minyak dan Selat Hormuz Batasi Kenaikan Berita
Tuesday, 19 May 2026

Harga Emas Menguat Tipis, Tekanan Minyak dan Selat Hormuz Batasi Kenaikan

Harga emas spot menguat tipis ke sekitar US$4.552 per troy ons pada perdagangan Senin, namun kenaikannya masih tertahan oleh lonjakan harga minyak mentah di atas US$100 per barel dan kekhawatiran geopolitik seputar Selat Hormuz yang masih ditutup.