Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Permintaan emas dari bank sentral global kembali menggeliat di bulan Mei 2026. World Gold Council (WGC) melaporkan total pembelian bersih mencapai 41 ton — angka tertinggi kedua sepanjang tahun ini. Marissa Salim, Senior Research Lead WGC untuk kawasan Asia Pasifik, menyebutnya sebagai momen “bank-bank sentral kembali ke mode beli, dengan semangat lebih besar.”
Polandia memimpin dengan 18 ton tambahan, diikuti China dengan 10 ton — pembelian bulanan tertinggi China sejak Desember 2024. Uzbekistan dan Kazakhstan terus memperpanjang tren beli mereka, sementara Singapura kembali ke jalur pembelian setelah absen sejak September 2025, dengan menambah 4 ton. Di sisi lain, Turki melepas 3 ton dan Rusia menjual 6 ton, membawa total penjualan Rusia tahun ini ke 34 ton.
Secara kumulatif tahun berjalan, Polandia sudah mengumpulkan 64 ton dan kini menyimpan 614 ton emas — mendekati target 700 ton yang dicanangkan pemerintahnya. China telah menambah 25 ton sepanjang 2026, memperpanjang tren beli berturut-turut ke bulan ke-20, dengan total cadangan sekitar 2.331 ton. Uzbekistan menyimpan emas setara 87% dari total cadangan devisanya, sementara Kazakhstan sudah di angka 78%.
Yang menarik, kepercayaan bank sentral terhadap emas tetap kuat meski harga emas sempat tertekan sejak konflik Iran mencuat. Survei terbaru WGC mencatat 89% bankir sentral memperkirakan cadangan emas global akan bertambah dalam 12 bulan ke depan — dan rekor 45% berencana menambah porsi emas di institusi mereka sendiri.
Di kawasan Asia, Korea Selatan tengah menyiapkan investasi di ETF berbasis emas luar negeri untuk diversifikasi aset cadangan devisa. Sementara itu, Singapura berencana membuka layanan penyimpanan emas bank sentral pada Oktober 2026, bagian dari ambisinya menjadi hub emas regional. Ternyata, tren ini juga mulai menjalar ke Amerika Latin — Chile mengumpulkan 8 ton tahun ini, Guatemala 2 ton, serta Bolivia dan Uruguay masing-masing 1 ton.
Tren beli agresif bank sentral ini biasanya dibaca pasar sebagai sinyal jangka panjang bahwa emas masih relevan sebagai pelindung nilai cadangan global. Bagi investor ritel Indonesia, ini bisa jadi momentum untuk mengevaluasi porsi emas di portofolio. Kalau kamu ingin mulai atau menambah koleksi emas fisik, kunjungi anekalogam.co.id atau langsung mampir ke toko Anekalogam di Mall Artha Gading.