Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga Emas berhasil mempertahankan kenaikan harganya meski mendapatkan sedikit reaksi setelah data ISM (Institute for Supply Management) Amerika di rilis.
Permintaan akan aset safe haven mendorong harga emas menguat 2% di pembukaan perdagangan minggu ini. Namun para analis masih ragu terhadap penguatan emas karena emas masih perlu menghadapi penguatan US Dollar seiring dengan ketidak pastian yang sedang terjadi di dunia.
Serangan Rusia terhadap Ukraina akan memberikan kekuatan pada harga emas, namun menurut beberapa analis, ketakutan dan ketidakpastian terus memuncak sehingga sentimen harga emas telah kembali pada trend bearish untuk jangka pendek.
Ketegangan di Eropa terus terjadi setelah Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan bahwa ia akan merespon dengan kuat jika negara-negara barat terus ikut campur dalam konfilk Rusia dengan Ukraina.
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina membuat para investor mulai memilih instrumen emas dibandingkan Bitcoin. Harga emas berhasil menyalip Bitcoin secara performa dari awal tahun 2022 ini.
Harga emas sempat menyentuh angka tertinggi sejak 3 Juni 2021 dengan dukungan sentimen dari geopolitik dan konflik Rusia dan Ukraina.
Pada awal minggu ini, semua akan terpaku pada rumor mengenai Presiden Putin yang bersedia untuk berbicara dengan Presiden Biden.
Tingkat Inflasi akan terus meningkat dan tidak lama lagi kita akan mengalami inflasi diatas 10%. Hal ini di ungkapkan oleh Florian Grummes, Managing director dari Midas Touch Consulting.
Harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX turun 0,16 persen menjadi US$1.853,2 per troy ons. Sementara harga emas di perdagangan spot turun 0,14 persen ke US$1.851 per troy ons pada pagi ini.
Harga emas terus mengalami pelemahan mesikipun dalam tekanan inflasi yang terus meningkat dan harga-harga produksi terus meningkat lebih dari apa yang di prediksi.