Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Friday, 26 June 2026

Emas Berpotensi Turun ke $3.600, Ini Strategi Trading yang Disarankan Ahli

Harga emas masih bertahan di sekitar $4.000 per troy ounce, tapi tekanan ke bawah makin terasa. Menurut Carley Garner, trader komoditas berpengalaman dan co-founder DeCarley Trading, tinggal soal waktu sebelum logam mulia ini melanjutkan pelemahan — terutama karena dolar AS yang terus menguat.

Dalam wawancara dengan Kitco News, Garner menyebut satu faktor kunci yang bisa mengubah peta pasar emas secara fundamental: kebijakan Gubernur The Fed (bank sentral Amerika Serikat), Kevin Warsh. Warsh dikenal punya agenda jelas — membalik tren debasement trade dolar yang sudah berlangsung bertahun-tahun, yakni kebijakan pelonggaran moneter yang selama ini melemahkan dolar dan justru mendorong harga emas naik.

"Saat Warsh ditunjuk, dia sudah terang-terangan mengejar debasement trade. Dia ingin menarik uang dari sistem, mengurangi pasokan uang, yang otomatis memperkuat dolar... Menurutku, dia mencoba mengendalikan inflasi lewat dolar yang lebih kuat. Dan itu tidak bagus buat emas, perak, tembaga, atau hampir semua komoditas," jelas Garner.

Garner memperkirakan emas masih akan turun ke kisaran $3.600–$3.700 per troy ounce sebelum membentuk dasar yang lebih solid. Penurunan ini, menurutnya, adalah proses normalisasi setelah bertahun-tahun pasar “disuntik” likuiditas berlebih pasca-pandemi. “Saya pikir kita sedang memasuki periode likuidasi masif. Rasanya seperti kecelakaan kereta yang terjadi dalam gerak lambat,” katanya. Ia memperkirakan dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika (Treasury) akan menjadi pemenang utama saat modal spekulatif keluar dari aset berisiko.

Yang menarik, meski bearish, Garner tetap punya satu ide trading yang layak dicermati. Jika emas kembali naik ke kisaran $4.350–$4.400 per troy ounce, ia berencana membeli put option dengan strike $3.600 dan menjual put $3.800 — spread seharga $200 yang akan sangat murah karena masih jauh dari harga pasar saat ini. Strategi ini memanfaatkan volatilitas tinggi: spread yang jauh di luar uang (far out-of-the-money) bisa melonjak tajam nilainya hanya dengan satu hari penurunan besar.

Bagi investor emas fisik di Indonesia, pesan utamanya jelas: pasar emas global masih dalam fase koreksi, dan kesabaran adalah kunci. Pantau terus perkembangan kebijakan The Fed dan pergerakan dolar AS sebelum menambah porsi emas di portofolio. Untuk informasi harga emas terkini dan pilihan produk emas terpercaya, kunjungi anekalogam.co.id atau singgah ke toko kami di Mall Artha Gading.