Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Harga emas spot dan perak sama-sama melemah tajam setelah penutupan pasar hari Rabu. Pada saat laporan ditulis, emas diperdagangkan di kisaran $3.998 per ounce—turun 2,73%—sementara perak anjlok 6,5% ke level $57,47 per ounce. Penurunan ini dipicu kombinasi penguatan dolar AS, revisi ekspektasi suku bunga The Fed (bank sentral Amerika Serikat), serta meredanya kekhawatiran soal pasokan minyak di Selat Hormuz.
Pada 17 Juni lalu, The Fed mempertahankan target suku bunga acuannya di kisaran 3,50%–3,75%. Pernyataan resmi menekankan inflasi yang masih membandel dan komitmen kuat terhadap stabilitas harga. Pasar pun merespons dengan repositioning: ekspektasi bergeser ke arah suku bunga yang akan tetap tinggi lebih lama dari perkiraan. Hasilnya, dolar menguat, tekanan pada suku bunga jangka pendek berlanjut, dan aset tanpa imbal hasil seperti emas kehilangan daya tarik. Emas berjangka bahkan mencatat harga penutupan terendah sejak November, sementara bitcoin dan perak turut tergerus oleh aksi jual yang sensitif terhadap suku bunga.
Ketegangan di Selat Hormuz—yang biasanya melewatkan sekitar 20% pengiriman minyak mentah dunia—mengalami perkembangan positif. Dari ancaman penutupan total, situasinya kini bergerak menuju pembukaan kembali secara hati-hati setelah adanya kesepahaman antara AS dan Iran. Data pelayaran menunjukkan transit terbatas sudah mulai berjalan kembali. De-eskalasi ini mengurangi premi risiko kejutan minyak, mendorong harga Brent ke kisaran pertengahan $70-an per barel—dan ikut melemahkan permintaan safe haven emas.
Menariknya, pasar lintas aset mencerminkan narasi ini secara konsisten: Brent turun 3,8% ke $73,87 per barel, imbal hasil Treasury 10 tahun turun ke 4,41%, sementara pasar saham AS bergerak variatif—S&P 500 turun tipis 0,1%, Nasdaq melemah 0,4%, dan Dow Jones naik 0,4%.
Analis Muhammad Umair mengidentifikasi zona $3.950–$4.000 sebagai support kritikal emas saat ini. Jika level ini jebol, harga berpotensi meluncur ke $3.850. Di sisi sebaliknya, jika emas mampu bertahan dan pulih, target bullish berikutnya berada di resistansi $4.350, dengan potensi kenaikan lebih lanjut menuju $4.500.
Untuk perak, target pemulihan para bulls ada di $70–$72, dengan potensi kelanjutan ke $78,60. Sementara skenario bearish menargetkan level di bawah $55, dengan zona akumulasi lebih dalam di $45–$55.
Bagi investor emas lokal, penurunan ini layak dicermati sebagai momen evaluasi posisi. Untuk konsultasi soal investasi emas fisik, kunjungi Anekalogam di Mall Artha Gading, atau cek koleksi produk terbaru di anekalogam.co.id.