Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Sunday, 14 June 2026

Emas Uji Support $4.000, Wall Street Menunggu The Fed — Ritel Justru Berbelok Bearish

Pekan lalu jadi rollercoaster bagi harga emas. Awal pekan, emas berhasil naik ke $4.362,94 per troy ounce didorong kekhawatiran konflik AS-Iran dan risiko gangguan di Selat Hormuz. Tapi reli itu mendadak berbalik setelah Iran memberi sinyal penghentian operasi militer, sehingga premium risiko geopolitik menguap.

Yang benar-benar menekan emas adalah data inflasi AS yang lebih panas dari ekspektasi. CPI (Indeks Harga Konsumen) bulan Mei tercatat naik 4,2% secara tahunan — laju tercepat sejak 2023. Ditambah angka PPI (Indeks Harga Produsen) yang melonjak 6,5% secara tahunan, terbesar sejak November 2022. Dua data ini memicu spekulasi bahwa The Fed (bank sentral AS) justru akan menaikkan suku bunga, bukan memangkasnya. Hasilnya? Emas ambrol ke $4.023,10 pada Rabu — level terendah sejak akhir 2025.

Untungnya, harapan kesepakatan AS-Iran di penghujung pekan membantu menstabilkan harga. Emas ditutup di $4.210,52 per ounce pada akhir pekan, turun 2,38% dalam sepekan.

Apa kata para analis?

Survei mingguan Kitco News memperlihatkan pembelahan yang menarik. Dari 17 analis Wall Street yang disurvei, 65% memilih abstain alias menunggu sinyal dari The Fed sebelum mengambil posisi. Hanya 24% yang bullish dan 12% yang bearish. Sementara itu, dari 70 investor ritel di polling online Kitco, 49% sudah bersikap bearish — lebih banyak dari yang bullish (39%).

Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex mencatat bahwa level $4.024 yang dicapai pekan ini merupakan support kunci, sesuai retracement 38,2% dari penurunan sejak puncak $4.600 di akhir Mei. Colin Cieszynski dari SIA Wealth Management justru optimis: “Secara teknikal, emas berhasil menguji ulang support di sekitar $4.000 dan sudah memantul — tampaknya swing naik baru telah dimulai.”

Di sisi lain, CPM Group mengeluarkan rekomendasi Stand Aside (netral) hingga 24 Juni, memproyeksikan range $3.800–$4.650. Ini rentang yang sangat lebar dan mencerminkan betapa tingginya ketidakpastian saat ini.

Yang perlu dicermati pekan ini

Semua mata tertuju ke rapat FOMC (komite kebijakan moneter AS) yang dijadwalkan Rabu. Menariknya, ini akan menjadi rapat pertama di bawah Ketua The Fed baru, Kevin Warsh. Selain itu, ada keputusan Bank of Japan dan Reserve Bank of Australia, serta data penting seperti retail sales dan housing starts AS. Pasar AS juga tutup Jumat untuk hari libur Juneteenth.

Bagi investor emas lokal, pergerakan ini penting dicermati karena kebijakan The Fed akan memengaruhi nilai tukar rupiah dan daya beli di pasar emas domestik. Jika Anda ingin mendiskusikan strategi pembelian emas fisik di tengah volatilitas ini, tim Anekalogam di Mall Artha Gading siap membantu — atau kunjungi anekalogam.co.id untuk informasi harga terkini.