Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Monday, 15 June 2026

Gejolak Sepekan: Emas Uji $4.000, Wall Street Pilih Tunggu Keputusan The Fed

Sepekan terakhir, harga emas mencatat volatilitas tajam yang jarang terjadi. Awal pekan, spot emas masih nyaman di $4.327/oz dengan dukungan sentimen safe haven dari ketegangan AS-Iran dan risiko penutupan Selat Hormuz. Harga bahkan sempat menyentuh puncak $4.362/oz pada Selasa.

Namun Rabu mengubah segalanya. Data inflasi AS keluar mengejutkan: Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 4,2% secara tahunan di bulan Mei — laju tercepat sejak 2023. Kekhawatiran bahwa The Fed (bank sentral AS) akan tetap hawkish — mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga — langsung memukul harga emas. Dalam waktu singkat, emas jeblok menembus $4.200 dan menyentuh titik terendah $4.023/oz, level yang terakhir terlihat akhir tahun 2025. Diperparah lagi, data Indeks Harga Produsen (PPI) hari Kamis menunjukkan kenaikan 6,5% secara tahunan — tertinggi sejak November 2022. Menutup pekan, emas sedikit pulih ke $4.210/oz (turun 2,38% dalam seminggu) seiring harapan kesepakatan damai AS-Iran yang menekan imbal hasil obligasi dan dolar AS.

Apa kata para analis?

Survei mingguan Kitco News memperlihatkan gambaran yang terpecah. Dari 17 analis Wall Street yang disurvei, mayoritas — 65% — memilih stand aside alias menunggu dulu. Hanya 24% yang optimis harga akan naik minggu ini, dan 12% memperkirakan penurunan lebih lanjut.

Di sisi investor ritel, sentimen lebih negatif. Dari 70 suara yang masuk di polling online Kitco, 49% memperkirakan emas masih akan turun, 39% berharap rebound, dan 13% memilih netral.

Pandangan para analis cukup beragam. Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex mencatat rebound ke $4.246 baru mencapai retracement 38,2% dari puncak $4.600 — belum cukup kuat sebagai sinyal pembalikan. Colin Cieszynski dari SIA Wealth Management lebih optimis: emas berhasil mempertahankan support $4.000 dan rebound ini bisa menjadi awal upswing baru. Sebaliknya, Alex Kuptsikevich dari FxPro memperingatkan emas bisa turun lebih jauh ke kisaran $3.000–$3.300 jika tren jangka panjang tidak pulih. CPM Group bahkan merekomendasikan stand aside hingga 24 Juni, dengan rentang pergerakan yang sangat lebar: $3.800–$4.650.

Minggu Ini: Semua Mata ke Rapat FOMC

Pekan ini penuh agenda penting. Fokus utama adalah keputusan The Fed pada Rabu malam — dan ini bukan rapat sembarangan: ini akan menjadi rapat FOMC (komite kebijakan moneter AS) pertama Kevin Warsh sebagai Gubernur The Fed yang baru. Nada komunikasinya akan sangat menentukan arah emas jangka pendek. Selain itu, ada data penjualan ritel, perumahan, serta keputusan Bank of Japan, Reserve Bank of Australia, Swiss National Bank, dan Bank of England yang juga akan mempengaruhi sentimen global.

Jika Anda sedang mempertimbangkan pembelian emas fisik di tengah ketidakpastian ini, tim Anekalogam siap membantu Anda memahami pilihan terbaik sesuai tujuan investasi. Kunjungi kami di Mall Artha Gading atau cek koleksi emas terkini di anekalogam.co.id.