Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Harga emas spot mengalami minggu yang volatil, mengakhiri tren kenaikan empat pekan berturut-turut. Emas dibuka di $4.790 per troy ounce, sempat menyentuh puncak mingguan $4.830, lalu jatuh tajam hingga $4.672 pada Selasa — penurunan harian terbesar lebih dari 2%. Di akhir pekan, emas sedikit pulih dan ditutup di sekitar $4.709, turun 1,36% secara mingguan.
Penyebab utama tekanan jual? Penguatan dolar AS, kenaikan yield obligasi, dan ekspektasi bahwa inflasi yang masih tinggi akan membuat suku bunga bertahan lebih lama. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah — terutama gangguan pelayaran di Selat Hormuz akibat konflik AS-Iran — turut mendorong harga minyak naik tajam, yang justru memperkuat kekhawatiran inflasi dan menekan daya tarik emas.
Survei mingguan Kitco menunjukkan sentimen yang sangat terbagi. Dari 16 analis Wall Street, lima memperkirakan emas naik, lima memperkirakan turun, dan enam memprediksi konsolidasi. Investor ritel juga tidak jauh berbeda — terpecah hampir merata antara bullish, bearish, dan netral.
Rich Checkan dari Asset Strategies International justru memprediksi penurunan karena pola yang tidak biasa: "Selama konflik ini, ketegangan tinggi justru menekan emas, dan sebaliknya — kebalikan dari yang seharusnya terjadi." Ia juga menyoroti pertemuan FOMC (komite kebijakan moneter AS) pekan depan, di mana suku bunga diperkirakan tetap di 3,5%.
Di sisi lain, analis seperti Darin Newsom dari Barchart.com tetap bullish: "Secara fundamental, pasar masih bullish. Bank-bank sentral dunia terus menambah cadangan emas," ujarnya.
Pekan depan menjadi salah satu yang terpadat di kalender ekonomi tahun ini. Lima bank sentral G10 akan mengumumkan kebijakan moneter: Bank of Japan (Senin malam), Bank of Canada dan The Fed (Rabu), serta Bank of England dan ECB (Kamis). Meski tidak ada yang diperkirakan mengubah suku bunga, nada pernyataan resmi bisa menjadi katalis pergerakan harga.
Selain itu, data penting AS juga akan dirilis — mulai dari Consumer Confidence, GDP dan PCE kuartal pertama, hingga ISM Manufacturing PMI.
Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex mencatat level kunci: "Penembusan di bawah $4.600 akan melemahkan prospek teknikal, sementara pergerakan di atas $4.915 bisa membuka jalan kembali ke area $5.100."
Dengan harga emas global yang masih berfluktuasi di kisaran $4.600-$4.800 per troy ounce, ini bisa menjadi momen yang tepat untuk memantau perkembangan pasar lebih cermat. Keputusan bank sentral pekan depan berpotensi memberikan arah yang lebih jelas — baik untuk emas batangan maupun perhiasan.
Untuk informasi terkini seputar harga emas dan produk investasi logam mulia, kunjungi anekalogam.co.id atau datang langsung ke toko Anekalogam di Mall Artha Gading.