Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Monday, 04 May 2026

Survei Emas Mingguan: Separuh Analis Bullish, Pasar Tunggu Data Kerja AS dan Potensi Kesepakatan Iran

Minggu yang Penuh Gejolak untuk Emas

Harga emas menutup minggu lalu dengan penurunan setelah lima hari yang sangat volatil. Tekanan jual di awal minggu akhirnya diimbangi rebound di akhir pekan, sementara pasar terus menimbang risiko inflasi terhadap permintaan safe-haven di tengah konflik Timur Tengah dan pengumuman bank sentral yang mendominasi berita.

Emas spot memulai minggu di $4.685,50 per ounce (sekitar Rp1,19 juta per gram), sempat menyentuh puncak mingguan di dekat $4.730, lalu tertekan signifikan pada Senin dan Selasa. Harga jatuh ke $4.560 akibat kenaikan harga minyak dan penguatan dolar AS yang mendorong imbal hasil Treasury naik — memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama.

Titik terendah mingguan tercatat di sekitar $4.510 pada Rabu pagi, dan tekanan jual berlanjut setelah The Fed (bank sentral AS) mengirim sinyal hawkish yang mengecewakan harapan pemangkasan suku bunga jangka pendek. Nada hawkish ini menambah kekuatan dolar, membuat emas tertahan di level rendah.

Menariknya, meski awal minggu lemah, emas menemukan pijakan di akhir pekan — naik ke dekat $4.650 pada Kamis, lalu rebound moderat pada Jumat setelah pasar mencerna keputusan The Fed dan ketidakpastian geopolitik. Namun, emas tetap membukukan penurunan mingguan hampir 2%.

Survei Mingguan: Separuh Analis Bullish

Survei Emas Mingguan Kitco News menunjukkan gambaran menarik. Dari 16 analis Wall Street, 50% memperkirakan emas naik minggu depan, 31% memprediksi penurunan, dan sisanya melihat konsolidasi.

Di sisi retail, dari 79 suara dalam polling online Kitco, 46% trader ritel juga optimis emas akan menguat, 30% memprediksi penurunan, dan 24% memperkirakan pergerakan sideways.

Rich Checkan dari Asset Strategies International yakin emas akan naik setelah sell-off pasca-FOMC pekan ini: "Saya masih belum melihat rally berkelanjutan sampai situasi AS/Israel dengan Iran terselesaikan."

James Stanley dari Forex.com juga bullish: "April adalah bulan penuh keragu-raguan, tapi bulls bertahan cukup baik. Saya masih ingin mendukung bias lebih luas sampai ada bukti konkret bahwa sesuatu berubah."

Faktor Kunci Minggu Depan

Ada dua katalis besar yang perlu diperhatikan investor emas minggu depan:

1. Potensi Kesepakatan Iran
Daniel Pavilonis dari RJO Futures memperingatkan bahwa akhir pekan ini bisa membawa kejutan terkait konflik Iran, seperti yang pernah terjadi di akhir pekan panjang sebelumnya. Adam Button dari Forexlive.com bahkan menyebut dirinya "optimis yang memalukan" soal berakhirnya perang — dan menunjuk bahwa Iran baru saja mengajukan proposal baru. "Perang berakhir, emas ke $5.000 dalam beberapa minggu," ujarnya.

2. Data Tenaga Kerja AS
Minggu depan dipenuhi data ekonomi penting: ISM Services PMI (Selasa), laporan ADP Employment (Rabu), klaim pengangguran mingguan (Kamis), dan puncaknya — laporan kerja April (Jumat). Data ini akan sangat menentukan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed ke depan.

Peringatan dari Kubu Bearish

Tidak semua analis optimis. Alex Kuptsikevich dari FxPro memperingatkan bahwa emas bisa turun ke area $4.400 per ounce minggu depan. Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex juga melihat potensi pengujian ke $4.495. CPM Group bahkan mengeluarkan rekomendasi jual dengan target $4.500.

Adam Button memberikan perspektif lebih luas tentang kebijakan bank sentral: "Setiap bank sentral global sekarang lebih hawkish dari dua bulan lalu. Tambahkan 50 basis poin dari posisi Anda di 28 Februari." Ia menambahkan bahwa stimulus pemerintah AS, tarif, dan perang menciptakan tekanan inflasi yang sulit diatasi.

Kesimpulan untuk Investor Emas Indonesia

Di tengah ketidakpastian global ini, emas tetap menjadi instrumen penting untuk diversifikasi portofolio. Pergerakan minggu depan akan sangat bergantung pada dua variabel: perkembangan konflik Iran dan data ketenagakerjaan AS.

Bagi Anda yang ingin memantau harga emas terkini atau berkonsultasi langsung, kunjungi anekalogam.co.id atau datang ke toko kami di Mall Artha Gading, Jakarta Utara.