Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Negosiasi AS-Iran saat ini menjadi penggerak utama pasar komoditas global. Menurut Giovanni Staunovo dari UBS, alokasi ke komoditas—termasuk emas—sedang ramai diincar investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gangguan pasokan energi.
Sejauh ini, volatilitas memang masih tinggi di jangka pendek. Minyak mentah Brent sempat menyentuh harga tertinggi empat tahun di $126 per barel pada 30 April lalu, meski kini sudah turun ke sekitar $93. Sementara itu, harga emas masih sekitar 16% di bawah rekor penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai di bulan Januari. Meski begitu, secara keseluruhan komoditas sudah menguat lebih dari 20% sejak awal tahun berdasarkan UBS CMCI Composite Index.
Yang menarik, meskipun UBS baru saja memangkas proyeksi emas akhir 2026 dari $5.900 menjadi $5.500 per troy ounce — dengan alasan tekanan dari yield obligasi AS dan penguatan dolar — bank asal Swiss ini tetap yakin emas masih bisa naik sekitar $1.000 lagi dari level saat ini. Analis UBS Dominic Schnider dan Wayne Gordon menyebut investor mulai menyadari adanya opportunity cost, yang ikut menekan permintaan ETF dan posisi futures. Namun fondasi jangka menengah dinilai masih kokoh.
Ke depannya, UBS melihat sejumlah faktor struktural yang mendukung harga emas: tingginya utang pemerintah global, defisit fiskal AS yang terus melebar, dan tren diversifikasi cadangan devisa bank sentral dari dolar. Ditambah lagi, permintaan fisik emas tetap solid — posisi ETF mulai stabil, hedge fund sedikit menambah posisi net long, dan permintaan dari bank sentral serta konsumen perhiasan di Asia masih tumbuh.
Untuk tembaga dan aluminium, UBS juga memproyeksikan kekurangan pasokan yang bakal menopang harga di jangka menengah, didorong tren elektrifikasi global. Secara keseluruhan, UBS mempertahankan pandangan positif terhadap komoditas sepanjang 2026, dengan rekomendasi manajemen aktif untuk mengoptimalkan return.
Bagi investor emas di Indonesia, tren global ini jadi sinyal penting. Harga emas yang masih jauh di bawah puncaknya bisa jadi peluang akumulasi sebelum target UBS tercapai. Untuk pilihan emas berkualitas dengan harga transparan, kunjungi toko Anekalogam di Mall Artha Gading atau cek koleksi lengkapnya di anekalogam.co.id.