Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas terus mengalami penguatan dengan adanya data ekonomi yang lemah. Emas pada perdagangan kemarin menguat hampir 2% dalam 1 hari dan sekarang ini di perdagangkan di atas angka $2.000 per oz.
Harga emas diprediksi akan terus menguat dan pada akhirnya menembus harga $2.000 per oz. Hal ini terjadi karena krisis perbankan yang terjadi saat ini merupakan krisis yang terbesar sejak 2008, dan musibah ini masih jauh dari kata selesai.
Harga emas mengalami penguatan pada perdagangan hari ini setelah para petinggi Bank Amerika mendapatkan pertanyaan-pertanyaan sulit mengenai apa dampak dari runtuhnya Silicon Valley Bank dan Signature Bank.
Harga Emas di Prediksi terus menguat, emas telah mengalami penguatan sebanyak 9% dalam sebulan terakhir.
Dengan meningkatnya ketegangan di kondisi ekonomi global, membuat permintaan akan emas menjadi menguat. Salah satu negara yang mengalami kenaikan permintaan salahs atunya adalah Australia.
Emas sebagai instrumen investasi yang di anggap aman atau safe haven, mengalami penguatan setelah Amerika Serikat melaporkan data jumlah klaim penganggurannya.
Harga emas di prediksi akan menyentuh harga $5.000 per oz pada tahun 2027. Hal ini di ungkapkan oleh Rob McEwan, Executive Chairman dari McEwen Mining yang dimana perusahaan ini telah memimiliki pengalaman selama 4 dekade dan telah menjual perusahaanya ke GoldCorp pada tahun 2019 senilai $10 juta.
Harga emas dan perak mengalami penurunan tajam setelah Bank Sentral Amerika masih menunjukan sikap hawkishnya. Harga emas turun sebanyak $34.8 per oz dan di perdagangkan di angka $1.819.8 per oz sedangkan perak di perdagangkan di angka terendah selama 5 bulan terakhir di angka $20.21 per oz.
Setelah menembus rekor pembelian emas tertingginya pada tahun 2022, para bank sentral dunia masih sangat tertarik dalam mengakumulasi emas. Hal ini di sampaikan oleh World Gold Council (WGC).