Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Setelah Federal Reserve melakukan tapering dan data ketenaga kerjaan terbaru telah di rilis, harga emas akhirnya mulai bergerak
Harga emas bertahan di zona negatif setelah the Fed mengatakan bahwa mereka akan mengurangi pembelian surat Obligasinya.
Setelah harga emas membuta supportnya di angka $1.700 per oz pada tahun ini, Emas bisa menjadi primadona investasi logam pada tahun 2022 mendatang. Hal ini di ungkapkan oleh Bloomberg Intelligence.
Belakangan ini harga-harga instrumen investasi sedang berada pada titik tertingginya, mulai dari berbagai surat berharga, saham dan properti, namun bagi para investor emas dan perak harus menunggu sekitar 6 bulan lagi. Hal ini di sampaikan oleh seorang analis senior, Weiss Ratings.
Harga emas berhasil menyentuh harga tertinggi hariannya setelah data index ISM di bulan Oktober dirilis dan hasilnya berada diatas ekspektasi.
Indeks ISM manufaktur berada pada 60.8% bulan lalu, mengalahkan prediksi para ahli yang menyatakan angka akan berada pada 60,5%.
Konsumsi emas di China selama 9 bulan pertama di 2021 meningkat secara signifikan sebesar 48.4% menjadi 813,59 ton. Peningkatan ini disebabkan oleh permintaan yang terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi setelah pandemi yang terjadi pada 2020. Angka tersebut termasuk peningkatan konsumsi sebanyak 266,54 ton yang terjadi pada kuartal 3 tahun ini, meningkat sebesar 18,5% jika di bandingkan dengan tahun lalu.
Harga emas tetap berada pada uptrend jangka panjangnya, namun harga masih perlu melewati masa konsolidasinya. Hal ini di ungkapkan oleh analis dari Haywood Securities, salah satu perusahaan investasi.
Para investor kembali memilih investasi emas dan membuat harga emas berada diatas $1.800 per oz. Keputusan para investor ini di dukung oleh salah satu firma keuangan yang memprediksi harga emas akan terus melonjak akibat dari ketidakmampuan the Fed dalam mengatasi tingkat inflasi dalam jangka waktu dekat.
Minggu lalu di mulai dengan optimisme di pasar logam mulia, dengan harga emas dan perak melaju dengan cukup signifikan. Harga emas bahkan sempat menyentuh harga tertingginya selama enam minggu terakhir yaitu di angka $1.800 per oz.