Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Harga emas spot ditutup hampir tidak berubah di $4.542,40 per troy ounce (setara sekitar Rp 2,4 juta per gram), melemah tipis 0,04%. Sementara itu, perak justru lebih perkasa — naik 1,03% ke $76,655 per ounce. Kenaikan dolar AS menjadi rem bagi emas, meski tekanan dari sisi inflasi berkurang berkat penurunan harga minyak dan yield obligasi AS yang mulai melunak.
Data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis Kamis memberi sinyal beragam. Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun 3.000 menjadi 209.000 — pertanda pasar tenaga kerja masih kokoh. Di sisi lain, housing starts (mulai pembangunan rumah baru) April turun 2,8%, meski izin bangunan (building permits) justru naik 5,8%. Yang menarik, Indeks Manufaktur Philadelphia Fed anjlok ke -0,4 dari 26,7 di bulan April — sinyal perlambatan aktivitas pabrik di wilayah tersebut. PMI (Purchasing Managers' Index — indikator denyut sektor industri) Manufaktur nasional masih di 55,3, namun PMI Jasa tergelincir ke 50,9. Sinyal suku bunga pun tidak seragam: pasar tenaga kerja kuat, tapi aktivitas manufaktur regional dan sektor perumahan kirimkan peringatan.
Selat Hormuz tetap menjadi titik panas geopolitik yang paling berpengaruh ke harga minyak, obligasi, dan logam mulia. Namun perdagangan Kamis ditandai "partial risk-premium unwind" — atau meredanya premi risiko secara parsial. Pembicaraan AS-Iran dilaporkan bergerak ke arah kemungkinan kesepakatan. Hambatan masih ada: stok uranium Iran dan posisi Teheran soal sistem tol di selat itu belum menemui titik temu. Presiden Trump menegaskan Selat Hormuz harus tetap menjadi jalur laut internasional bebas tol. Dampak paling nyata: harga minyak turun, yield obligasi mereda, saham AS ditutup hijau.
Bursa Wall Street merespons positif. S&P 500 naik 0,2% ke 7.445,72; Dow Jones menguat 0,6% ke 50.285,66; Nasdaq naik 0,1% ke 26.293,10. Minyak WTI Nymex turun ke sekitar $96,35 per barel, sementara Brent ditutup di $102,58. Yield obligasi AS tenor 10 tahun berada di kisaran 4,6%.
Secara teknikal, emas perlu menembus zona resistansi $4.550–$4.600 untuk mengonfirmasi kelanjutan kenaikan menuju $4.660–$4.680. Support pertama ada di $4.530, dengan level kritis di $4.489,30. Untuk perak, target kenaikan berikutnya ada di zona $77,24–$78,00, lalu $79,00 dan $85,00. Support berada di $76,14.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan emas tengah dalam fase konsolidasi di tengah dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya mereda. Bagi investor emas di Indonesia, momentum seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk menambah posisi secara bertahap dan terencana. Kunjungi anekalogam.co.id atau toko kami di Mall Artha Gading untuk informasi produk dan harga emas terkini.