Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Tuesday, 21 April 2026

Emas Bertahan di $4.800/oz, Standard Chartered Prediksi Rebound di H2 2026

Harga emas masih bertahan kokoh di support $4.800 per ons (sekitar Rp 2,49 juta/gram asumsi kurs Rp 16.200). Meski ada tekanan jangka pendek, Standard Chartered Bank tetap optimis logam mulia ini akan rebound di paruh kedua 2026.

Suki Cooper: Emas Sedang Bangun "Lantai" Baru

Suki Cooper, Global Head of Commodities Research Standard Chartered, baru saja merilis laporan emas terbarunya. Menurut dia, emas sedang membangun tentative floor — lantai harga sementara yang cukup kuat untuk menahan tekanan.

Namun ada dua risiko jangka pendek: ketidakpastian perang Iran dan kekhawatiran inflasi. Dua faktor ini bisa bikin emas terkoreksi lebih dalam sebelum rebound.

Standard Chartered sendiri punya proyeksi resmi:

  • Kuartal II 2026: rata-rata $4.605/oz (≈ Rp 2,39 juta/gram)
  • Kuartal III 2026: rata-rata $4.850/oz (≈ Rp 2,52 juta/gram)

Selat Hormuz Masih Tertutup, Rantai Pasok Terganggu

Cooper menekankan bahwa tren emas saat ini sangat bergantung pada gencatan senjata di Timur Tengah yang masih rapuh. Meski negosiasi damai terus berjalan, Selat Hormuz — jalur vital tanker minyak dunia — masih belum sepenuhnya dibuka.

“Dengan gencatan senjata yang rapuh dan fokus pasar ke real yield, emas belum sepenuhnya keluar dari zona merah. Kebutuhan likuiditas masih bisa menekan harga. Tapi penggerak struktural tetap utuh, dan kami perkirakan emas akan lanjut naik untuk menguji rekor tertinggi di bulan-bulan mendatang,” tulis Cooper.

Korelasi Emas vs Real Yield: -24%

Fakta menariknya, saat ini korelasi emas dengan real yield obligasi AS tenor 5 tahun adalah -24%. Sebelum konflik Iran pecah, korelasinya 0%. Artinya pasar saat ini memang masih terpengaruh sentimen suku bunga riil.

“Pasar sedang terbagi antara risiko inflasi dan perlambatan ekonomi,” kata Cooper. “Secara historis, emas unggul saat inflasi melonjak tak terduga dan di masa resesi AS. Tapi pasar emas saat ini belum fokus ke risiko tersebut — ini justru membuka potensi upside lebih besar ke depan.”

Sinyal Positif: Posisi Spekulan Turun, ETF Inflow Naik

Cooper juga mencatat beberapa perkembangan positif:

  • Posisi spekulatif sudah turun — froth (harga berlebih) sudah berkurang dari market
  • Investor demand membaik — data awal menunjukkan inflow ke gold-backed ETF kembali positif
  • Meski masih ada loss-making overhang sekitar 53 ton, tanda-tanda kebutuhan likuiditas mulai stabil

Apa Artinya Buat Investor Emas Indonesia?

Kalau Standard Chartered benar, $4.850/oz di Q3 berarti potensi upside sekitar 1-2% dari harga sekarang. Untuk investor jangka menengah, window konsolidasi di kisaran $4.800 bisa jadi timing menarik buat akumulasi bertahap.

Anekalogam menyediakan emas batangan bersertifikat dengan harga pasar harian dan transaksi transparan. Kunjungi gerai kami di Mall Artha Gading atau cek katalog lengkap di anekalogam.co.id untuk mulai membangun portofolio emas fisik Anda.