Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Wednesday, 06 May 2026

Emas Stabil Kembali Setelah Aksi Jual, Data AS Campur Aduk Jaga Pasar Dua Arah

Harga emas spot diperdagangkan di kisaran $4.557,68 per ons (sekitar Rp2.338.000 per gram) pada sesi Amerika Utara hari Selasa, naik tipis dari aksi jual besar-besaran Senin. Perak spot juga menguat ke $73,68 per ons. Pelaku pasar memanfaatkan momen penurunan kemarin untuk masuk kembali — istilahnya, bargain hunting.

Data AS: Sinyal Campur Aduk

Data ekonomi AS yang dirilis kemarin memberikan gambaran yang cukup membingungkan. ISM Services PMI (indikator aktivitas sektor jasa AS) turun ke 53,6 di April dari 54,0 di Maret — sedikit di bawah konsensus 53,7, tapi masih di atas garis ekspansi 50. Yang perlu dicatat: indeks harga dalam laporan ISM bertahan di 70,7, level tertinggi sejak Oktober 2022. Artinya, tekanan inflasi di sektor jasa masih cukup kuat.

Sementara itu, data lowongan kerja JOLTS untuk Maret tercatat 6,87 juta, turun tipis dari 6,92 juta di Februari. Tapi sisi positifnya, angka perekrutan justru naik ke 5,55 juta — yang tertinggi sejak Februari 2024.

Kesimpulannya? Ekonomi AS masih tangguh, permintaan tenaga kerja mendingin perlahan, dan inflasi masih membandel. Kombinasi ini membuat The Fed (bank sentral AS) kemungkinan belum akan terburu-buru memangkas suku bunga — dan itu jadi tekanan buat emas.

Minyak Meredam, Bursa Rekor

Di sisi lain pasar, harga minyak mentah Brent turun sekitar 4% ke $110,13 per barel setelah pejabat AS mengonfirmasi bahwa gencatan senjata Iran masih berlaku. WTI juga melunak ke $102,52. Turunnya minyak mengurangi geopolitical premium yang sempat mendorong lonjakan harga kemarin.

Saham-saham AS justru memanfaatkan momen ini untuk mencetak rekor baru. S&P 500 naik 58,47 poin ke 7.259,22, Dow Jones menguat 356 poin ke 49.298,25, dan Nasdaq melonjak 238 poin ke 25.326,13. S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.

Imbal hasil (yield) obligasi 10 tahun AS sedikit turun ke area 4,42%-4,43%, tapi masih jauh di atas level 3,97% sebelum konflik Iran meletus.

Apa yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya?

Pelaku pasar kini menantikan dua rilis data penting: data ketenagakerjaan ADP hari Rabu dan laporan nonfarm payrolls hari Jumat. Kedua data ini akan memberikan petunjuk lebih jelas soal arah kebijakan The Fed.

Dari sisi teknikal, emas perlu menembus zona resistance $4.568-$4.629 untuk membuka peluang kenaikan ke $4.670-$4.720. Sebaliknya, jika turun di bawah $4.503, target penurunan berikutnya ada di $4.485 dan $4.450.

Untuk para investor emas di Indonesia, kondisi saat ini menarik untuk dicermati. Ketidakpastian global — dari geopolitik Iran hingga inflasi AS yang membandel — tetap menjadi fondasi kuat bagi emas sebagai aset lindung nilai. Pantau terus perkembangan harga di anekalogam.co.id atau kunjungi toko kami di Mall Artha Gading untuk konsultasi langsung.