Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Thursday, 30 April 2026

Harga Emas Rebound dari Titik Terendah, Powell Isyaratkan Sabar Soal Suku Bunga

Harga emas kembali bangkit dari titik terendah sesi perdagangan kemarin. Pemicunya: Jerome Powell — dalam konferensi pers terakhirnya sebagai Ketua The Fed (bank sentral Amerika Serikat) — menyatakan bahwa komite tidak terburu-buru mengubah arah kebijakan moneter.

"Kami berada di posisi yang baik untuk bergerak ke kedua arah. Tidak ada yang menyerukan kenaikan suku bunga saat ini. Jadi semuanya tergantung bagaimana kondisi berkembang," kata Powell.

Powell menambahkan bahwa suku bunga saat ini di kisaran 3,5% sudah cukup dekat dengan apa yang ia anggap sebagai suku bunga netral. "Saya selalu memperkirakan antara 3 sampai 4 persen. Kita sedikit di atas 3,5%, jadi masih dalam kisaran wajar," jelasnya.

Pasar emas tidak bereaksi besar terhadap komentar Powell. Harga emas spot terakhir diperdagangkan di $4.538,20 per troy ounce (sekitar Rp2,33 juta per gram), turun 1,2% pada hari itu.

Meskipun pasar sudah memangkas ekspektasi pemotongan suku bunga tahun ini, para analis menilai harga emas tetap terdukung karena kenaikan suku bunga juga dianggap tidak mungkin terjadi.

Yang menarik, konflik AS-Iran telah menciptakan gejolak pasokan minyak yang signifikan dan mendorong harga energi naik. Namun Powell menegaskan ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terjangkar di sekitar 2%.

Meski ini konferensi pers terakhirnya, Powell belum benar-benar mundur. Ia menyatakan akan tetap menjadi anggota dewan gubernur The Fed sampai ia yakin independensi politik bank sentral telah aman.

"Kekhawatiran saya adalah soal serangkaian serangan hukum terhadap The Fed yang mengancam kemampuan kami menjalankan kebijakan moneter tanpa pertimbangan politik," tegas Powell. "Soal kapan saya akan pergi — saya akan pergi ketika saya merasa waktunya tepat."

Menurut banyak analis, ancaman terhadap independensi The Fed justru menjadi pendorong kuat bagi emas sebagai aset moneter netral. Investor khawatir tekanan politik bisa memaksa bank sentral memangkas suku bunga terlalu agresif, yang berpotensi mendongkrak tekanan inflasi.

Meski independensi The Fed terus "diserang", Powell menyatakan keyakinan bahwa bank sentral akan terus mengambil keputusan berdasarkan analisis yang ketat — bukan pertimbangan politik. "Saya yakin The Fed akan terus membuat keputusan berdasarkan analisis yang ketat, bukan pertimbangan politik. Tapi kami harus berjuang untuk itu," tutupnya.


Pantau terus perkembangan harga emas terkini di anekalogam.co.id. Untuk pembelian emas fisik, kunjungi toko Anekalogam di Mall Artha Gading, Jakarta Utara.