Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945                 Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789

Close

Change Language

Close Language Selection

Harga Emas Terkoreksi, Ada Potensi Pecah Rekor Lagi?

Harga Emas Terkoreksi, Ada Potensi Pecah Rekor Lagi?

 

Harga emas dunia kembali mengalami penurunan bertahap selama seminggu kemarin. Sejak sempat menembus rekor harga emas tertinggi di $ 2.000 per troy/oz, harga emas terus mengalami koreksi dan belum bisa mempertahankan posisinya. Meski demikian, di sebelum akhir tahun emas prediksi akan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

 

Harga logam mulia ini dihambat oleh 2 faktor, suku bunga The Fed, dan penguatan dolar AS. Meski demikian, pelemahan Dollar AS Sempat memberi ruang kepada harga emas untuk sedikit menguat walaupun tidak terlalu signifkan.

Kondisi pemulihan ekonomi masih penuh ketidakpastian seiring dengan perkembangan wabah virus corona yang kembali mengganas dengan lonjakan kasus di berbagai tempat termasuk di Amerika. Di Indonesia sendiri kasus positif Cocid-19 masih belum menyentuh puncaknya, hal ini juga di konfirmasi dengan adanya PSBB lanjutan di DKI Jakarta yang merupakan salah satu daerah positif Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Selain itu, masih ada faktor lain seperti Pemilihan presiden (Pilpres) AS bulan November nanti. Menurut Citigroup, harga emas akan mencetak rekor tertinggi lagi sebelum akhir tahun ini, akibat situasi politik dan ketidakpastian hasil Pilpres 3 November nanti. Citi bahkan menyebut ketidakpastian Pilpres AS menjadi "katalis yang luar biasa" bagi emas.

"Itu adalah salah satu alasan kenapa kami memprediksi emas akan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sebelum akhir tahun ini," tulis Citi sebagaimana dilansir Kitco, Kamis (24/9/2020).

Untuk diketahui, rekor tertinggi sepanjang masa harga emas di US$ 2,072,49/troy ons, yang dicapai pada 7 Agustus lalu.

Mari kita lihat bagaimana pergerakan harga emas kedepannya.

 

Sumber : CNBC Indonesia