Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Harga emas spot ditutup melemah pada perdagangan hari Jumat kemarin, seiring pasar AS sepi aktivitas karena libur Juneteenth. Emas diperdagangkan di sekitar $4.154,70 per troy ounce, turun 1,28%, sementara perak juga terkoreksi ke $64,71 atau setara sekitar $2,08 per gram, turun 1,33%.
The Fed (bank sentral Amerika Serikat) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Namun yang membuat pasar bergerak bukan keputusannya, melainkan nada pernyataannya yang terkesan hawkish — alias lebih condong ke pengetatan kebijakan moneter. Akibatnya, ekspektasi pasar bergeser tajam: pelaku pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga di bulan Juli sebesar 38,5%, September 51,7%, bahkan ada potensi dua kali kenaikan hingga akhir tahun. Semakin tinggi suku bunga, semakin besar "biaya kesempatan" memegang emas yang tidak memberikan bunga — tekanan ini yang menahan harga emas.
Salah satu penopang harga emas selama ini adalah permintaan fisik yang kuat dari China dan pasar Asia lainnya — tercermin dari premi tinggi yang rela dibayar pembeli untuk mendapatkan emas secara fisik. Menariknya, premi ini kini mulai melunak. Laurence Booth, Global Head of Markets CMC Markets, menyebut koreksi harga lebih dari $200 dalam beberapa hari terakhir ini "bukan tentang kepanikan jual," tapi lebih karena hilangnya fondasi permintaan fisik yang selama ini mendukung harga. Tanpa dorongan dari sisi ini, emas butuh katalis baru — entah dari data ekonomi yang lemah, atau pivot arah kebijakan The Fed — untuk bisa rebound kuat.
Selat Hormuz yang sempat menjadi faktor risiko geopolitik kini mulai membaik pasca negosiasi AS-Iran. Lalu lintas kapal dagang kembali berjalan, mendorong harga minyak Brent ke sekitar $79,50 dan minyak AS ke $75,85. Bagi emas, perkembangan ini menciptakan dinamika yang sedikit awkward: turunnya harga minyak mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi, sementara meredanya ketegangan geopolitik juga mengurangi permintaan safe haven. Meski demikian, normalisasi pengiriman belum sepenuhnya pulih karena gangguan ranjau laut dan penumpukan kapal.
Secara teknikal, emas perlu menembus resistensi di $4.180–$4.200 untuk membuka potensi kenaikan ke $4.370–$4.390. Di sisi bawah, level support terdekat ada di $4.121 (low sesi terkini), diikuti $4.040 dan $4.020 sebagai zona penting berikutnya. Ke depan, data ekonomi minggu depan akan jadi penentu arah: PMI manufaktur dan jasa Juni (Selasa, 21:45 WIB), diikuti data inflasi PCE Mei, klaim pengangguran, GDP, dan pesanan barang tahan lama yang keluar Kamis (20:30 WIB).
Pantau terus pergerakan harga emas terkini di anekalogam.co.id. Untuk pembelian emas batangan dan perhiasan, kunjungi toko kami di Mall Artha Gading, atau hubungi tim Anekalogam untuk konsultasi investasi emas lebih lanjut.