Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Di balik kenaikan imbal hasil obligasi AS yang menembus level tertinggi bertahun-tahun, emas dan perak menghadapi tekanan jangka pendek yang nyata — namun para analis justru melihat peluang strategis jangka panjang yang semakin menarik.
Harga emas spot relatif stabil di sekitar $4.542 per troy ounce setelah sesi perdagangan Kamis (21/5), sementara perak justru menguat 1% — didorong penurunan harga minyak dan pelonggaran yield obligasi AS di tengah sinyal meredanya ketegangan di Selat Hormuz.
Harga emas memang sedang tertekan, tapi Lombard Odier tetap optimis: selama bank sentral tidak menaikkan suku bunga dan aliran dana pasif tidak kolaps, emas bisa kembali ke $5.400/troy ounce dalam 12 bulan ke depan.
Harga emas spot turun 1,84% ke level $4.481 per troy ounce (sekitar $144 per gram) pada Selasa malam waktu AS, terseret kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan penguatan dolar — meski ketegangan geopolitik di Selat Hormuz masih memanas.
Harga emas spot menguat tipis ke sekitar US$4.552 per troy ons pada perdagangan Senin, namun kenaikannya masih tertahan oleh lonjakan harga minyak mentah di atas US$100 per barel dan kekhawatiran geopolitik seputar Selat Hormuz yang masih ditutup.
Harga emas spot turun tajam 2,40% ke $4.539/oz di akhir perdagangan Jumat, sementara perak anjlok hampir 9% — keduanya tertekan kombinasi penguatan dolar AS, lonjakan imbal hasil obligasi Treasury, dan kekhawatiran inflasi yang dipicu ketegangan di Selat Hormuz pasca konflik AS-Iran.
Pekan lalu menjadi ujian berat bagi emas — harga spot melorot 3,24% dan ditutup di kisaran $4.543 per troy ons akibat data inflasi AS yang lebih panas dari ekspektasi, lonjakan imbal hasil obligasi, dan penguatan dolar yang solid. Menariknya, meski 77% analis Wall Street kini memandang harga akan terus tertekan, mayoritas investor ritel tetap optimis bahwa $4.500 akan jadi lantai yang kuat.
Emas turun hampir 4% dan perak terjun sekitar 13% dalam sepekan terakhir—tekanan utama datang dari lonjakan imbal hasil riil obligasi AS yang kian mengikis daya tarik logam mulia sebagai aset simpanan.
Emas mengalami tekanan besar pada Kamis kemarin, turun $47 per troy ounce di tengah data inflasi AS yang panas dan hasil pertemuan Trump-Xi di Beijing yang minim katalis nyata — memicu kekhawatiran bahwa The Fed mungkin justru menaikkan suku bunga, bukan memangkasnya.