Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Peningkatan inflasi yang terus terjadi membuat pergerakan harga di pasar emas menjadi meningkat dengan cukup signifikan. Hal ini disebabkan juga oleh keputusan para Hedge Funds untuk mulai mengalihkan porsi portfolio investasi mereka ke pasar emas, dimana emas dianggap sebagai instrumen investasi yang aman.
Presiden Amerika, Joe Biden mengatakan bahwa ia akan memberikan keputusannya dalam menentukan nominasi kepala the Fed dalam waktu 4 hari kedepan. Hal ini merupakan pilihan yang kritis bagi demokrat dan dapat menentukan bagaimana agenda ekonomi pemerintahan Biden akan berjalan.
Harga emas sekarang ini sedang di perdagangkan pada area netral dan berada pada angka realtif tinggi hampir mendekati harga tertingginya dalam 5 bulan terakhir setelah the Fed melaporkan bahwa ada kenaikan pada sektor manufaktur yang melebih proyeksi sebelumnya.
Semua orang tahu kalau sekarang ini kita memasuki inflasi yang cukup tinggi, namun minggu kemarin merupakan pembuktian bahwa tingkat inflasi yang sedang terjadi merupakan keadaan yang cukup buruk.
Dengan meningkatnya ketakutan akan inflasi dan permasalahan supply chain, harga logam mulia terlihat sangat positif untuk beberapa tahun kedepan terutama hingga tahun 2025. Hal ini di ungkapkan oleh S&P Global Market Intelligence.
Setelah Federal Reserve melakukan tapering dan data ketenaga kerjaan terbaru telah di rilis, harga emas akhirnya mulai bergerak
Harga emas bertahan di zona negatif setelah the Fed mengatakan bahwa mereka akan mengurangi pembelian surat Obligasinya.
Setelah harga emas membuta supportnya di angka $1.700 per oz pada tahun ini, Emas bisa menjadi primadona investasi logam pada tahun 2022 mendatang. Hal ini di ungkapkan oleh Bloomberg Intelligence.
Belakangan ini harga-harga instrumen investasi sedang berada pada titik tertingginya, mulai dari berbagai surat berharga, saham dan properti, namun bagi para investor emas dan perak harus menunggu sekitar 6 bulan lagi. Hal ini di sampaikan oleh seorang analis senior, Weiss Ratings.