Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Sunday, 10 May 2026

Emas Rebound di Atas $4.700: Wall Street dan Main Street Kompak Bullish Minggu Depan

Pekan ini, emas menunjukkan performa yang cukup dramatis — turun dulu, lalu bangkit kuat. Harga emas spot dibuka di $4.623 per ounce pada Senin, langsung tertekan ke kisaran $4.500-an karena lonjakan harga minyak akibat ketegangan Selat Hormuz memicu kekhawatiran inflasi.

Namun, pembalikan terjadi di pertengahan pekan. Pada Rabu, emas melonjak hingga 3,6% dan menembus $4.700 per ounce setelah muncul harapan kesepakatan AS-Iran yang meredakan kekhawatiran inflasi energi, menekan yield, dan melemahkan dolar AS. Kamis melanjutkan momentum ini dengan harga menyentuh $4.743.

Jumat menjadi hari konsolidasi. Emas diperdagangkan antara $4.677 hingga $4.750, lalu ditutup di sekitar $4.716 setelah data payroll April naik 115.000 dan pengangguran stabil di 4,3%. Sentimen konsumen dari University of Michigan yang melemah ke 48,2 turut menopang harga emas hingga penutupan.

Survei Mingguan: Mayoritas Bullish

Dalam survei mingguan Kitco, 64% analis Wall Street (7 dari 11 partisipan) memperkirakan harga emas naik minggu depan. Di sisi ritel, 69% investor Main Street (106 dari 153 suara) juga optimistis. Hanya 9% analis dan 1% investor ritel yang memperkirakan penurunan.

Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex mencatat emas berhasil retracement 61,8% dari penurunan sejak puncak 17 April di $4.890. Ia menyebut target berikutnya di $4.850, didukung fakta bahwa PBOC (bank sentral China) terbukti menjadi pembeli besar saat harga turun bulan lalu.

Faktor Kunci Minggu Depan

Pekan depan dipenuhi data ekonomi penting AS: existing home sales (Senin), laporan CPI April dan kemungkinan voting konfirmasi Kevin Warsh sebagai kepala The Fed baru (Selasa), PPI April (Rabu), serta Retail Sales dan klaim pengangguran (Kamis).

Sean Lusk dari Walsh Trading melihat kondisi pasar saat ini mirip 2021-2022 — ada potensi gangguan supply chain dan tekanan inflasi. Menurutnya, emas dan perak menarik di level ini. "Kami pikir akan ada rally lagi di pertengahan hingga akhir musim panas, dan emas bisa kembali ke atas $5.000, bahkan menguji $5.200-$5.400 menjelang Labor Day," ujarnya.

Alex Kuptsikevich dari FxPro menambahkan bahwa kenaikan emas dari titik terendah ke tertinggi pekan ini lebih dari mengimbangi penurunan dua pekan sebelumnya — indikator kuat bahwa rally masih hidup. Target: konsolidasi di atas $4.860 atau bahkan mendekati $4.900 minggu depan.

Apa Artinya untuk Investor Emas Indonesia?

Dengan harga emas global yang kembali menguat dan sentimen pasar yang bullish, ini bisa menjadi momentum menarik bagi investor emas. Data inflasi AS minggu depan (CPI dan PPI) akan menjadi kunci — jika inflasi tetap tinggi, emas biasanya mendapat dorongan sebagai lindung nilai.

Untuk update harga emas terkini dan koleksi logam mulia, kunjungi anekalogam.co.id atau datang langsung ke toko kami di Mall Artha Gading.