Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Wednesday, 22 April 2026

Rusia Jual 22 Ton Emas di 2026, Rubel Melemah dan Defisit Membengkak

Rusia Obral Cadangan Emas demi Tutup Defisit

Bank Sentral Rusia (CBR) tercatat sudah menjual 21,8 ton emas sejak awal tahun 2026 untuk membiayai defisit anggaran negara yang membengkak hingga $61,2 miliar per akhir Maret. Cadangan emas Rusia turun ke 2.304,76 ton per 1 April 2026 — termasuk penurunan 6,22 ton di bulan Maret saja.

Menariknya, di tengah penjualan besar-besaran oleh pemerintah, permintaan emas domestik di Rusia justru meroket. Data dari Moscow Exchange menunjukkan volume transaksi emas bulan lalu naik lebih dari 350% dibanding Maret 2025, mencapai 42,6 ton. Dalam hitungan rubel, kenaikannya bahkan lebih dramatis: 500% year-on-year, setara 534,4 miliar rubel atau sekitar $7,1 miliar.

Kenapa Rusia Jual Emas?

Menurut Natalia Milchakova, analis utama Freedom Finance Global, penjualan emas untuk menutup defisit kemungkinan akan terus berlanjut seiring lonjakan belanja pemerintah. "Langkah ini konsisten dengan yang dilakukan bank sentral negara berkembang lainnya," ujarnya kepada Reuters.

Perlu dicatat, Rusia membangun cadangan emasnya secara masif antara 2002-2025 — total pembelian lebih dari 1.900 ton. Tapi sejak 2020, pembelian bersih hanya 55,4 ton menurut analis Finam, Nikolai Dudchenko. "Sejumlah bank sentral terus menjual emas untuk menutup berbagai pengeluaran, termasuk biaya pertahanan dan menjaga nilai tukar," tambahnya.

Harga Emas Tinggi Jadi Peluang Jual

Pada Februari lalu, CBR mengumumkan penjualan 300.000 ounce emas dari cadangannya di bulan Januari — saat harga emas tembus rekor di atas $5.500 per ounce (sekitar Rp1,4 juta per gram). Meski cadangan berkurang, nilainya justru naik 23% ke $402,7 miliar berkat rally harga emas.

Rusia sendiri adalah produsen emas terbesar kedua di dunia setelah China, dengan produksi tahunan lebih dari 300 ton. Ekspor logam mulia Rusia ke China juga meningkat — Bloomberg melaporkan impor emas dan perak China dari Rusia naik 80% di paruh pertama 2025.

Apa Artinya buat Investor Emas Indonesia?

Fenomena ini menunjukkan bahwa bahkan negara produsen emas besar pun menjadikan emas sebagai "penyangga" di masa krisis. Permintaan ritel emas di Rusia mencapai rekor 75,6 ton pada 2024 — bukti bahwa masyarakat global semakin sadar pentingnya menyimpan emas sebagai pelindung nilai.

Buat kamu yang ingin mulai atau menambah koleksi emas, kunjungi Anekalogam atau datang langsung ke toko kami di Mall Artha Gading. Yuk, amankan asetmu dengan emas!