Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Wednesday, 24 June 2026

Emas Turun ke $4.123 Akibat Dolar Menguat dan Bayangan Hawkish The Fed

Harga emas dan perak kompak melemah tajam pada penutupan perdagangan Selasa malam (23/6), tertekan oleh penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi tahun ini dan bayangan kenaikan suku bunga The Fed (bank sentral Amerika Serikat) yang masih membayangi pasar.

Emas Uji $4.100, Perak Terseret 5%

Pada saat laporan ini ditulis, harga spot emas berada di kisaran $4.123 per ons troy — turun 1,64% dalam sehari. Perak bahkan lebih keras terpukul, jatuh 5,45% ke $61,545 per ons. Penurunan emas ini setara dengan sekitar Rp270.000 per gram (asumsi kurs Rp16.500/USD).

Tiga Faktor Penekan Utama

Ada tiga hal yang secara bersamaan menekan logam mulia hari ini:

1. Reposisi pasca-The Fed. Pasar kini tidak lagi memandang The Fed sebagai sumber perlindungan penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Data ekonomi AS yang masih solid, dolar yang menguat, dan suku bunga riil yang masih ketat membuat investor menjauhi aset safe-haven seperti emas.

2. Dolar AS di level tertinggi 2026. Indeks dolar AS (DXY) menembus angka 101 — level tertinggi tahun ini. Dolar yang kuat secara historis menekan harga emas karena emas dihargakan dalam dolar.

3. Premi risiko Selat Hormuz mereda. Lalu lintas kapal di jalur utara dan selatan Selat Hormuz mulai meningkat. Iran menyepakati tidak memungut bea lewat selama 60 hari sementara negosiasi antara Tehran dan Washington masih berlangsung. Meredanya ketegangan geopolitik ini mengurangi permintaan emas sebagai aset pelindung.

Perak Lebih Terdampak

Perak terpukul lebih dalam karena logam ini punya dua wajah: sebagai aset investasi (seperti emas) sekaligus komoditas industri. Ketika harga minyak turun — WTI crude di $73,58/barel dan Brent di $77,47/barel — dan tekanan inflasi energi mereda, sisi industri perak pun ikut melemah. Tekanan dolar yang kuat memperparah kondisi ini.

Level Teknikal yang Perlu Dipantau

Bagi yang memantau grafik emas:

  • Resistensi terdekat: $4.180 – $4.200 per ons
  • Target kenaikan: $4.221, lalu $4.319
  • Support pertama: $4.091
  • Support lebih dalam: $4.040 – $4.020

Untuk perak:

  • Resistensi: $62,00 – $64,29 per ons
  • Target kenaikan: zona $65,00–$66,00, lalu $68,50
  • Support pertama: $61,00
  • Support lebih dalam: $57,00

Apa Artinya Buat Investor Emas Indonesia?

Tekanan hari ini bersifat teknikal dan didorong faktor global — bukan pelemahan fundamental permintaan emas. De-dolarisasi dan pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia masih menjadi pendorong jangka menengah hingga panjang.

Jika kamu sedang merencanakan pembelian emas fisik, koreksi seperti ini bisa menjadi momen menarik — khususnya bagi investor dengan orientasi jangka panjang. Kunjungi anekalogam.co.id atau temui tim kami di Mal Artha Gading untuk konsultasi dan pembelian emas fisik dengan harga transparan.