Close Menu

Change Language

Close Language Selection
Berita Wednesday, 21 December 2022

Proyeksi Perlambatan Ekonomi di 2023, Emas bisa mendapatkan momentum yang positif

Setelah memasuki siklus pengetatan kebijakan dari the Fed, resesi atau perlambatan pertumbuhan ekonomi sangat mungkin untuk terjadi. Namun apakah kondisi ini akan berdampak baik bagi emas?

Selama tahun 2022, emas the Fed terus mengambil keputusan-keputusan yang agresif terkait dengan kebijakan moneter yang ditujukan untuk memerangi tingkat inflasi yang tinggi, selain itu, terus menguatnya mata uang US Dollar telah memberikan tekanan yang berat bagi harga emas dan menahan emas untuk dapat terus menguat.

Penguatan US Dollar juga memberi tekanan berat bagi sektor logam mulia. Emas terus melemah seiring dengan melemahnya permintaan dari para investor. Hal ini di ungkapkan oleh analis senior dari Australia and New Zealand Banking Group (ANZ).

Jika dilihat secara year to date, harga emas di tutup hampir setara dengan pembukaan tahun ini, dimana emas di pasar perdagangan spot melemah sebanyak 0.3%. Hal ini juga terjadi setelah harga emas sempat menguat pada bulan Desember ini dimana harga sebelumnya berada di kisaran $1.750 per oz pada awal bulan,dan terus menguat hingga $1.830 per oz pada minggu lalu.

Penguatan emas pada akhir tahun ini terjadi setelah kondisi ekonomi global berada pada titik jenuh.

Pengetatan kebijakan moneter juga akan memberikan dampak bagi tingginya tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023. Faktor-faktor ini bisa menjadi dampak positif bagi harga emas di 2023.

Para analis melihat bahwa pada tahun 2023, tingkat inflasi di prediksi akan menguat sebanyak 5.1% dan ANZ melihat bahwa hal ini akan berdampak pada perkembangan ekonomi. Perlambatan ekonomi ini di prediksi akan membantu harga emas untuk terus menguat.

Sumber : KitcoNews