Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Pengumuman Trump soal pembukaan kembali Selat Hormuz mengirim harga emas mendekati $4,900 per ounce, sementara harga minyak turun tajam. Berita ini langsung menggerakkan pasar global secara dramatis!
Harga emas kembali bergerak di atas $4.800 per ons setelah pasar mencerna tiga sinyal besar: proyeksi ekonomi dunia yang dipangkas IMF, riset terbaru World Gold Council tentang volatilitas emas, serta kabar positif dari perundingan AS-Iran.
Harga emas sempat naik karena harapan kesepakatan Iran, tapi kemudian turun lagi. Bagaimana dampaknya terhadap pasar emas global?
Emas masih berjuang untuk menembus level $4,800 per ounce. Pasar sepertinya menunggu sinyal jelas dari rencana perdamaian yang solid sebelum bergerak lebih jauh.
Status emas sebagai aset safe-haven kini dipertanyakan! Lembaga Brookings menyebut emas telah berubah menjadi aset 'high-beta' dengan volatilitas tinggi.
Emas terus menanjak selama tiga minggu berturut-turut! Namun, gencatan senjata yang rapuh dan risiko inflasi membuat kenaikannya terbatas.
State Street Global Advisors memprediksi harga emas bisa menembus level $5,000 per ons meskipun menghadapi tekanan jangka pendek. Proyeksi ini didorong oleh fundamental kuat dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
FTSE Russell menegaskan kembali peran penting emas sebagai 'jangkar' dalam portofolio investasi yang terdiversifikasi. Tengah ketidakpastian geopolitik dan transisi ekonomi global, emas tetap jadi aset pelindung yang relevan.
Prediksi mengejutkan dari ahli emas Gabelli Funds: emas akan menjadi alternatif utama pengganti dolar AS, dengan harga yang diprediksi menembus $6,000 per ons! Simak analisisnya.