Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas spot anjlok lebih dari 2% di sesi Senin kemarin, tertekan oleh yield obligasi AS yang naik, dolar menguat, dan lonjakan harga minyak — meski risiko geopolitik di Timur Tengah masih tinggi.
Harga emas tutup minggu ini dengan penurunan hampir 2%, tapi sentimen mulai bergeser — separuh analis Wall Street dan Main Street justru optimis emas bakal naik minggu depan, didorong harapan kesepakatan damai Iran dan data tenaga kerja AS yang krusial.
Meski gejolak harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan menunda pemangkasan suku bunga, fundamental emas tetap kokoh didukung permintaan fisik yang melonjak dari Asia.
Harga emas melonjak lebih dari $67 ke level $4.629 per ounce di sesi perdagangan Kamis, didorong pelemahan tajam indeks dolar AS dan aksi bargain hunting oleh para trader logam mulia setelah koreksi beberapa hari terakhir.
Harga emas sempat tertekan namun berhasil rebound setelah Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bank sentral AS tidak terburu-buru mengubah kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global.
World Bank memproyeksikan harga emas rata-rata US$4.700/oz tahun ini, naik 37% dari tahun lalu — tapi memperingatkan harga bisa turun 7% di 2027 seiring meredanya ketegangan geopolitik.
Meski harga emas masih tertekan oleh kekhawatiran inflasi jangka pendek dan ekspektasi suku bunga hawkish, firma investasi internasional Amundi tetap optimis emas bisa melampaui $5.000 per ounce di akhir tahun — bahkan berpotensi menuju $5.500.
Emas menutup pekan dengan penurunan 1,36% di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi yang berkepanjangan. Perhatian kini beralih ke keputusan suku bunga dari 5 bank sentral utama dunia.
Harga emas memang sedang bergerak datar di kisaran $4.600-$4.900 per ounce. Tapi jangan salah — di balik ketenangan ini, fondasi emas justru makin kokoh berkat akumulasi besar-besaran oleh bank sentral dunia.