Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas menembus titik supportnya di $1.680 per oz. Ini merupakan pergerakan yang cukup signifikan setelah harga emas sempat bergerak liar pada April 2020.
Para investor emas sedang mengalami kebingungan akan pergerakan harga emas pada tahun ini. Harga emas telah melemah sebanyak 5% pada tahun ini. Namun dibalik pelemahan harga emas ini, Analis dari Bank of America mengatakan bahwa ia memiliki pandangan yang positif bagi harga emas kedepannya.
Harga emas berkutat di area kritikal di level support $1.700an yang dimana kemungkinan angka ini akan di uji pada minggu ini.
Rober Kiyosaki, penulis buku best seller "Rich Dad Poor Dad", mengatakan bahwa sekarang ini merupakan momen yang baik untuk mulai menambah aset-aset aman seperti emas. Hal ini di dasari oleh proyeksi the Fed yang akan terus melakukan kebijakan-kebijakan agresif dalam rangka memerangi tingkat inflasi yang terus meningkat.
Harga emas di perdagangan berjangka di perdagangkan di kisaran $1.735,6 per oz setelah mengalami pelemahan sebesar $14.1 per oz atau melemah 0.81%.
Hasil pernyataan Jerome Powell pada jumat kemarin memberi kejutan terhadap pasar keuangan.
Harga emas masih memiliki potensi untuk bergerak menguat meskipun jika Federal Reserve memberi signal hawkish ke para investor pada wawancaranya jumat ini pada acaran annual central bank symposium yang di adakan pada Jackson Hole.
Harga emas internasional menguat tipis pada perdagangan hari ini. Hal ini terjadi akibat dolar terkoreksi dan para investor menantikan pidato Gubernur Federal Reserve AS (The Fed) Jerome Powell di simposium Jackson Hole untuk memberi petunjuk tentang kenaikan suku bunga dan perkembangan ekonomi.
Setelah melemah 3% sepanjang perdagangan minggu kemairn, emas sekarang di perdangankan mendekati harga terendahnya selama 3 minggu terakhir seiring dengan menguatnya US Dollar yang terus memberi tekanan terhadap harga emas.