Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas mengalami pelamahan yang cukup signifkan. Emas mengalami pelemahan sebesar $20 per oz setelah ekonomi Amerika terus menunjukan perbaikan dan berhasil membuka lapangan pekerjaan yang cukup banyak pada bulan Mei 2024 kemarin.
Harga emas kembali menguji area resisten di kisaran $2.400 per oz dan menurut salah satu perusahaan riset, emas hanya tinggal menunggu waktu untuk menembus angka ini dan mencetak harga tertingginya.
Beberapa hari ini sedang ramai perbincangan mengenai beredarnya emas palsu yang di produksi oleh Antam. Oleh karena itu mari kita bahas faktanya.
Minggu ini, harga emas tetap stabil dalam rentang sempit $2.300-$2.340 per ons. Meski sempat mengalami fluktuasi, harga emas spot akhirnya ditutup di level $2.326,72, sedikit turun 0,05% dalam sehari namun masih mencatat kenaikan 0,21% selama seminggu.
Meskipun emas sedang menghadapi halangan di area resisten kuat di kisaran $2.400 per oz, penguatan harga emas masih jauh dari kata selesai. Hal ini di ungkapkan oleh salah satu ahli di Swiss bank yang menaikan prediksi harga emas selanjutnya.
Sepanjang minggu ini, emas diprediksi terlalu bergerak signifikan. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya data ekonomi yang di rilis minggu ini.
Harga emas mendapatkan momentum penguatan baru setelah para investor lega dengan hasil dari CPI sejalan dengan ekspektasi para analis.
Para pelaku pasar di harapkan untuk waspada akan tingginya volatilitas di pasar emas dalam beberapa pekan kedepan. Hal ini disebabkan oleh ketidaktegasan dari the Fed yang mendorong kerentanan bagi harga emas dalam jangka pendek.
Emas sekarang ini sedang memasuki fase konsolidasi dan hal ini memberikan kesempatan bagi para investor untuk terus menambah posisi investasi emas mereka. Hal ini di ungkapkan oleh salah satu pengelola keuangan.