Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas spot melonjak ke kisaran $4.330 per troy ons setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz — langkah yang memangkas harga minyak mentah, meredakan tekanan inflasi, dan mengangkat aset berisiko secara global.
Harga emas menutup pekan lalu di $4.210/oz setelah perjalanan penuh tekanan — sempat menyentuh level terendah $4.023 di tengah kejutan data inflasi AS. Wall Street memilih bersikap netral sambil menunggu arah The Fed, sementara investor ritel justru mulai condong pesimis.
Harga emas mengalami volatilitas tajam pekan lalu, sempat menyentuh level terendah $4.023 sebelum kembali ke kisaran $4.210 — namun survei mingguan Kitco menunjukkan sentimen investor ritel sudah bergeser ke arah bearish, sementara mayoritas analis Wall Street memilih wait-and-see menjelang rapat The Fed.
Harga emas mendekati batas krusial $4.000 per troy ounce di tengah tekanan inflasi yang justru menekan daya beli logam mulia. Menariknya, kondisi inilah yang — jika terus berkembang — bisa berbalik menjadi katalis kenaikan paling kuat untuk emas.
Setelah empat hari berturut-turut melemah dengan total penurunan $408, harga emas berbalik naik $140 dalam satu sesi Kamis — dipicu pengumuman Presiden Trump yang membatalkan rencana serangan militer ke Iran.
Harga emas spot turun tajam 4,26% ke sekitar $4.078 per troy ounce pada Rabu malam, tertekan sekaligus oleh data inflasi AS yang membatasi ruang pemangkasan suku bunga The Fed dan eskalasi militer AS-Iran di Selat Hormuz yang justru mendorong harga minyak dan imbal hasil obligasi naik.
Harga emas spot kini sudah turun lebih dari 2% sejak awal 2026 — menembus level negatif tahunan untuk pertama kalinya. Analis Standard Chartered memperingatkan bahwa tekanan jual bisa semakin berat jika ETF emas mulai melepas posisi yang merugi secara massal.
Harga emas spot bertahan relatif flat di kisaran $4.327,50 per troy ounce pada perdagangan Senin sore waktu AS, sementara pasar menyeimbangkan antara permintaan safe-haven akibat ketegangan Timur Tengah dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi setelah data ketenagakerjaan AS akhir pekan lalu.
Emas mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir, anjlok lebih dari 4% sepekan ke $4.327/troy ons (~Rp142.000/gram) setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memukul ekspektasi pemangkasan suku bunga. Survei mingguan Kitco News mengungkap 74% analis Wall Street kini berposisi bearish — pembalikan sentimen yang dramatis.