Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Emas menutup pekan lalu di $4.539 per troy ons setelah perjalanan yang dramatis — sempat tertekan ke $4.365 di pertengahan pekan sebelum bangkit tajam berkat perkembangan positif negosiasi Iran-AS. Survei mingguan Kitco mengungkap split menarik: 75% analis Wall Street bullish, sementara mayoritas investor ritel justru berbalik pesimis.
Harga emas spot menguat mendekati $4.495 per troy ounce pada Kamis malam, ditopang data GDP AS yang lebih lemah dari ekspektasi dan pelemahan dolar — meski bayang-bayang geopolitik di Selat Hormuz belum sepenuhnya reda.
Manajer investasi dari Rockefeller Global, Doug Moglia, memproyeksikan harga emas akan melampaui $5.500 per troy ounce pada 2027 dan berpotensi menyentuh $10.000 sebelum 2030 — sementara perak, meski masih menarik, dinilai lebih bersifat taktis daripada struktural setelah reli besar di 2025.
Bank Sentral Rusia menjual cadangan emasnya selama empat bulan berturut-turut, dengan penurunan 5,7 ton di bulan April — penurunan bulanan terbesar dalam 25 tahun. Di balik aksi jual besar-besaran ini: defisit anggaran yang membengkak akibat biaya perang Ukraina dan tekanan sanksi internasional.
Emas kembali tertekan di akhir pekan lalu — harganya turun ke sekitar $4.506 per troy ons (sekitar $144,88 per gram) seiring sinyal hawkish dari The Fed dan perundingan nuklir AS-Iran yang belum menemukan titik terang.
Minggu lalu, harga emas mengalami pergerakan volatile—sempat mendekati $4.589/oz sebelum terkoreksi di bawah $4.500, dipicu oleh penguatan dolar AS dan kekhawatiran bahwa The Fed masih akan mempertahankan sikap hawkish lebih lama dari ekspektasi pasar. Wall Street mayoritas bearish, tapi investor ritel tetap optimis.
Di balik kenaikan imbal hasil obligasi AS yang menembus level tertinggi bertahun-tahun, emas dan perak menghadapi tekanan jangka pendek yang nyata — namun para analis justru melihat peluang strategis jangka panjang yang semakin menarik.
Harga emas spot relatif stabil di sekitar $4.542 per troy ounce setelah sesi perdagangan Kamis (21/5), sementara perak justru menguat 1% — didorong penurunan harga minyak dan pelonggaran yield obligasi AS di tengah sinyal meredanya ketegangan di Selat Hormuz.
Harga emas memang sedang tertekan, tapi Lombard Odier tetap optimis: selama bank sentral tidak menaikkan suku bunga dan aliran dana pasif tidak kolaps, emas bisa kembali ke $5.400/troy ounce dalam 12 bulan ke depan.