Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas baru saja menembus ke bawah moving average 200 hari — level teknikal krusial yang selama ini jadi acuan arah tren. Meski tekanan jangka pendek masih terasa, para analis meyakini ini hanya koreksi sementara sebelum emas kembali menguat.
Era globalisasi mulai tergantikan oleh persaingan geopolitik yang sengit — dan para pemimpin investasi global sepakat: emas adalah salah satu aset yang paling diuntungkan dari perubahan besar ini.
Ketegangan militer antara AS dan Iran kembali memukul pasar logam mulia — emas turun 1,24% ke $4.432 per troy ounce (sekitar Rp 2,3 juta/gram) pada sesi Selasa malam. Meski risiko geopolitik seharusnya mendorong permintaan safe haven, kombinasi data ekonomi AS yang kuat dan lonjakan yield obligasi justru menekan harga emas.
Harga emas spot nyaris tak bergerak di kisaran $4.488 per troy ons pada penutupan Selasa malam, terjebak antara risiko geopolitik Selat Hormuz yang belum tuntas di satu sisi, dan tekanan dari penguatan dolar AS serta kenaikan harga minyak mentah di sisi lain.
Di tengah ketegangan AS-Iran yang terus membayangi pasar global, UBS menyebut emas dan komoditas lainnya masih punya ruang naik signifikan — bahkan setelah konflik berakhir sekalipun.
Harga emas spot menguat 0,97% ke $4.539 per troy ounce di akhir pekan, didorong kejatuhan tajam harga minyak dunia setelah pasar mulai optimis terhadap negosiasi damai AS-Iran — sementara silver melemah 0,51% karena tekanan penguatan dolar AS.
Emas dan perak memasuki pekan baru di tengah sorotan penuh pada kalender data ekonomi AS yang padat — mulai dari manufaktur hingga laporan Non-Farm Payrolls, semua bisa menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan harga logam mulia.
Emas menutup pekan lalu di $4.539 per troy ons setelah perjalanan yang dramatis — sempat tertekan ke $4.365 di pertengahan pekan sebelum bangkit tajam berkat perkembangan positif negosiasi Iran-AS. Survei mingguan Kitco mengungkap split menarik: 75% analis Wall Street bullish, sementara mayoritas investor ritel justru berbalik pesimis.
Harga emas spot menguat mendekati $4.495 per troy ounce pada Kamis malam, ditopang data GDP AS yang lebih lemah dari ekspektasi dan pelemahan dolar — meski bayang-bayang geopolitik di Selat Hormuz belum sepenuhnya reda.