Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Kenaikan harga emas yang terjadi sejak November tahun lalu mendakan adanya perubahan sentimen pasar dan mebuat emas memasuki babak baru.
Para Hedge Funds terus menambah posisi transaksi pembelian emas mereka pada pasar berjangka. Hal ini berdasarkan data dari Commodity Futures Trading Commission dan sudah terjadi selama 7 minggu berturut-turut.
Meskipun performa emas terbilang stagnan di 2022, emas memiliki potensi di masa depan yang cukup baik
10 ancaman besar yang mungkin terjadi bagi dunia, termasuk perang, kenaikan hutang dan permasalahan demografi akan membuat para investor memilih emas sebagai aset pelindung nilai investasi mereka.
Setelah Data makro ekonomi Amerika terakhir di rilis, Harga emas terdorong ke angka tertingginya selama 6 bulan terakhir.
Berbagai data ekonomi yang ada menunjukan bahwa tingkat inflasi akan dan sedang mengalami penurunan. Hal ini dapat membuat the Fed untuk mulai melonggarkan berbagai kebijakan moneter mereka yang cukup agresif yang telah di lakukan selama 2022 kemarin.
Harga emas mampu mempertahankan penguatan hariannya setelah keluarnya data Federal Reserve December Meeting Minutes. Harga emas mampu mempertahankan penguatannya dan di perdagangkan di atas $1.850 per oz.
Setelah memasuki siklus pengetatan kebijakan dari the Fed, resesi atau perlambatan pertumbuhan ekonomi sangat mungkin untuk terjadi. Namun apakah kondisi ini akan berdampak baik bagi emas?
Harga emas yang berhasil bertahan diatas $1.800 per oz telah membuat para spekulan di pasar mulai condong ke penguatan harga emas dibandingkan penurunan.