Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Pasar emas mengalami tekanan jual dari para investor seiring dengan meningkatnya tingkat inflasi yang diakibatkan oleh naiknya harga minyak dunia.
Pasar ketenagakerjaan Amerika mulai mereda setelah menurunnya lowongan pekerjaan di sektor swasta pada bulan Agustus ini.
Emas dan perak mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Emas sendiri berhasil menyentuh harga tertingginya selama 3 minggu terakhir.
Harga emas dan perak cenderung tidak berubah pada perdagangan hari ini. Para pelaku pasar sedang menunggu berbagai data ekonomi yang akan rilis sepanjang minggu ini.
Setelah mengalami pelemahan yang cukup signifikan, harga emas terus mengalami pelemahan dan tidak menarik investor untuk kembali mengakumulasi emas setelah hasil dari US Housing Sales data yang mengecewakan.
Harga emas meningkat $8.6 per oz dan menjadi di perdagangkan di angka $1.931,8 per oz sedangkan perak diperdagangkan di angka $23.48 setelah menguat sebanyak $0.145 per oz.
Harga emas menguat dan diperdagangkan diatas angka $1.900 pada perdagangan hari ini. Hal ini terjadi akibat dari terjadi pelemahan sementara di indeks US Dollar.
China terus menunjukan kepada dunia bahwa mereka sedang menantang peran US Dollar sebagai mata uang global. Hal ini di tunjukan dengan tindakan bank sentral China pada bulan Juli, yang terus membeli emas dalam jumlah yang cukup besar.
Harga emas terus berada pada kisaran $1.950 per oz. Angka ini juga terlihat sebagai area support bagi harga emas. Emas mengalami kesulitan dalam menarik minat para investor untuk kembali membeli emas, namun menurut salah satu market strategis, posisi emas sebagai logam mulia tetap mengalami keuntungan di tengah ketidak jelasan status US Dollar sebagai mata uang cadangan global.