Untuk Info LM: (021) 4586-3943, (021) 4586-3945
Untuk Info Valas: (021) 4586-3788, (021) 4586-3789
Kami membagikan berita-berita terkait logam mulia dan valas secara berkala. Informasi yang kami berikan berasal dari sumber terpercaya sesuai dengan keadaan dan perkembangan tentang logam mulia dan valas terkini.
Harga emas hari ini di berpeluang menguat, hal ini di sebabkan oleh pelemahan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Apa yang pasar emas lakukan selama 2 minggu kedepan akan menjadi hal yang kritikal untuk menentukan arah emas di akhir tahun ini.
Pasar emas mengalami pelemahan lebih dalam setelah Federal Reserve tetap besikeras untuk menaikan suku bunga, namun jika terlihat ada indikasi dari the Fed untuk menurunkan suku bunga, maka harga emas bisa kembali memasuki trend bullishnya. Hal ini diungkapkan oleh ING.
Para investor dapat berekspektasi bahwa harga emas akan tetap volatil pada beberapa waktu kedepan seiring dengan para pelaku pasar merespon bagaimana kebijakan para bank sentral yang terus menaikan suku bunga.
Harga Emas sedang diperdagangkan di kisaran harga terendah selama 2.5 tahun terakhir setelah kebijakan Hawkish dari the Fed membuat Indeks mata uang US Dollar kembali menguat dan sukubunga Treasury Yield juga kembali meningkat.
Harga emas global di prediksi melemah akibat dari menguatnya indeks dolar AS pada perdagangan hari ini setelah langkah kebijakan agresif Federal Reserve yang kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin.
Harga emas diperdagangnkan dibawah level supportnya di $1.675 per oz.
Harga emas menembus titik supportnya di $1.680 per oz. Ini merupakan pergerakan yang cukup signifikan setelah harga emas sempat bergerak liar pada April 2020.
Investasi emas merupakan bentuk investasi yang sederhana.
Pasalnya siapa saja bisa berinvestasi menggunakan emas. Tak hanya itu, manfaat investasi emas juga diketahui cukup menguntungkan, sehingga banyak orang tertarik untuk berinvestasi di logam mulia ini.